Puncak Indrapura, Puncak Gunung Berapi Tertinggi di Indonesia



Puncak Indrapura, Puncak Gunung Berapi Tertinggi di Indonesia – Setelah sebelumnya Gunung Cartenz yang menduduki gunung tertinggi di Indonesia. Kali ini kita melanjutkan ekspedisi seven summit Indonesia yang kedua, yaitu puncak Indrapura atau lebih sering dikenal dengan Gunung Kerinci. Mari kita simak ulasan detailnya bersama sahabatkelana.com

Puncak tertinggi di Sumatera


Indrapura adalah nama dari puncak Gunung Kerinci, Puncak Indrapura berada di perbatasan antara Provinsi  Sumatera Barat dengan Provinsi Jambi, di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang Provinsi Sumatera Barat. Gunung ini juga menjadi batas antara wilayah Etnis Minangkabau dengan Suku Kerinci yang dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatera dan badak sumatera.

Puncak gunung berapi tertinggi di Indonesia


Puncak Indrapura memiliki tinggi 3.805 mdpl. Dengan status nya sebagai gunung berapi aktif, menjadikan Indrapura sebagai puncak gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia. Puncak Indrapura memiliki kawah yang masih aktif seluas 400*120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat Danau Bento, yang merupakan rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya juga terdapat gunung tujuh kawah yang sangat indah.

Pendakian menuju Puncak Indrapura



Pendakian menuju Puncak Indrapura memakan waktu 2 hari di mulai dari Pos Kerisik Tuo Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Dari Desa Kerisik Tuo yang berada di ketinggian 1.400 mdpl menuju pos penjagaan TNKS atau R10 yang berada di ketinggian 1.611 mdpl membutuhkan waktu ±45 menit dengan berjalan kaki.

Pondok R10 ini adalah pondok jaga balai TNKS yang berfungsi untuk mengawasi setiap pengunjung yang akan mendaki Gunung Kerinci.

Dari R10 menuju pintu rimba yang berada di ketinggian 1.800 mdpl memerlukan waktu sekitar ±1 jam. Pemandangan nya berupa perkebunan/ladang penduduk, dengan kondisi jalan baik (aspal) sampai ke batas hutan. Di pintu ini terdapat shelter dan sumber air yang berada 200 meter di sebelah kiri.



Selanjutnya dari pintu rimba menuju ke Bangku Panjang yang berada di ketinggian 1.909 mdpl dengan perkiraan waktu tempuh ±30 menit, dan disini juga terdapat dua buah shelter yang dapat digunakan untuk beristirahat.

Kemudian setelah Bangku Panjang terdapat pos Batu Lumut yang berada di ketinggian 2.000 mdpl, disini tidak terdapat shelter namun terdapat sungai yang kadang kala kering di musim kemarau. Dari Batu Lumut menuju Pos 1 memerlukan waktu ±1,5 jam yang di dominasi hutan lebat dan jalan terjal dengan kemiringan 45 hingga 60 derajat. Di Pos 1 ini terdapat sebuah pondok yang dapat digunakan beristirahat sebelum lanjut ke Pos 2.

Perjalanan menuju Pos 2 berkisar 2-3 jam dengan medan terjal tetapi masih ada medan yang landai. Di ketinggian 2.510 mdpl ini masih terdapat juga sebuah pondok kecil yang sudah tua. Waktu tempuh untuk menuju Pos 3 sekitar 3 jam, dengan kondisi jalan hutan yang agak terbuka.

Di Pos 3 ini juga para pendaki dapat mendirikan tenda dikarenakan tempat nya memang agak luas. Untuk menuju Pos 4 kita harus melalui jalan berupa bekas saluran air yang akan berubah menjadi selokan air bila terjadi hujan.

Di Pos 4 ini biasanya para pendaki mendirikan tenda sebelum summit menuju puncak. Waktu perjalanan dari Pos 4 menuju puncak ±3 jam, di perjalanan menuju puncak ini pendaki harus ekstra hatai-hati karena  medan yang dilalui berupa pasir dan batuan cadas.



Masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO


Indrapura yang merupakan puncak dari Gunung Kerinci ini masih termasuk bagian dari Taman Nasional Kerinci-Seblat (TNKS) yang merupakan taman nasional terbesar kedua di Indonesia. Bersama dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), TNKS dikelompokkan sebagai Situs Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2004.

Perkebunan teh tertua di Indonesia 


Perkebunan The Kayu Aro yang berada di sekitar kaki Gunung Kerinci ini merupakan kebun teh tertua di Indonesia. Perkebunan The Kayu Aro ini didirikan oleh perusahaan belanda yaitu, Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NVHVA) sekitar tahun 1925 hingga 1928.

0 Response to "Puncak Indrapura, Puncak Gunung Berapi Tertinggi di Indonesia"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel