Beberapa Fakta Tersembunyi Gunung Tampomas



Beberapa Fakta Tersembunyi Gunung Tampomas – Dunia pendaki tidak asing dengan gunung berapi Tampomas yang ada di Sumedang, Jawa Barat. Menariknya berbagai fakta tersembunyi Gunung Tampomas tidak diketahui oleh kebanyakan para pendaki. Inilah yang menyebabkan Gunung Tampomas ini banyak diminati untuk dikunjungi. Namun, kali ini sahabatkelana.com akan menguak berbagai fakta tersembunyi Gunung Tampomas.

Beberapa Fakta Tersembunyi Gunung Tampomas


1. Lokasi Kawasan Gunung Tampomas


Fakta pertama Gunung Tampomas berada dalam ketinggian 1684 mdpl. Dengan geografis berada di sebelah utara Kota Sumedang, Jawa Barat. Ternyata Gunung Tampomas berada dalam kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tampomas dengan luas area tamas berkisar 1.250 Hektar. 

Gunung Tampomas berada di desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalakan, Kabupaten Sumedang. Gunung ini menjadi kebanggaan buat penduduk lokal Sumedang. Jarak perjalanan yang dibutuhkan dari Kota Bandung ke kaki Gunung Tampomas berkisar 2 jam 30 menit dengan jarak 70km.

2. Jalur Pendakian Gunung Tampomas


Ada dua jalur pendakian Gunung Tampomas untuk bisa sampai ke Puncak, Jalur Via Narimbang dan Jalur Via Cibeureum

Via Narimbang


Ketika para pendaki memilih menggunakan jalur via Narimbang, para pendaki akan lebih sering disajikan dengan hutam pinus dan akar belukar. Kemudian jalur ini via Narimbang cendurung landai dan santai, namun di balik itu waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak pun lebih lama.

Gunung Tampomas via Narimbang memiliki 6 pos yang harus dilewakti oleh para pendaki. Pos 1 sampai dengan pos 2, pendaki hanya akan melewakti perkebunan warga dengan medan jalur sedikit menanjak. Sehingga di sepanjang jalur, para pendaki masih akan mendapati rumah-rumah warga dan beberapa warung. Warung inipun menjajakan aneka makanan dan minuman sederharana yang bisa dimanfaatkan oleh para pendaki yang sudah mulai kelaparan atau kehausan.

fakta tersembunyi gunung tampomas


Sekitar 1 sampai 2 jam sebelum sampai Puncak Gunung Tampomas, akan ada persimpangan yang mempertemukan anatara jalur via Narimbang dan via Cibereum. Di sanalah banyak pendaki yang lebih memilik bermalam di dua pos terkahir, sampai sebelum akhirnya memutuskan untuk melanutkan perjalanan.

Selanjutnya dari dua pos terakhir menuju puncak, para pendaki diharuskan untuk berhati-hati dan fokus. Hal ini dikarenakan jalur pendakian yang terjal dan curam dengan badan jalan yang sempit. 

Via Cibeureum


Banyak para pendaki memilih menggunakan jalur ini. Hal itu disebabkan karena jalurnya yang sudah jelas dan tidak banyak persimpangan. Awal dari jalur ini adalah daerah memanambangan pasir, dan jika ingin lebih menghemat tenaga dan waktu pendaki bisa menumpang truk yang akan menuju daerah penambangan pasir tersebut.

Selepas melewati daerah penambangan pasir, para pendaki akan melalui jalanan yang cukup lebar dengan pemandangan padang ilalang, baik di kanan jalan ataupun di kiri jalan. Ketika memilih jalur via Cibeureum, pendaki setidaknya membutuhkan waktu 4-6 jam perjalanan untuk sampai di puncak. 

3. Pendaki Pertama Gunung Tampomas


Menurut sejarah setempat, orang yang pertama kaki menginjakkan di Gunung Tampomas adalah Prabu Sokawayana, putra dai Prabu Guru Haji Adji Putih dan adik kandung dari Prabu Tadjimalela. Namun, belum diketahuipasti kapan Prabu Sokawayana menginjakkan kakinya di Gunung Tampomas.

Tujuan Prabu Sokawayana menginjakkan kaki di Gunung Tampomas dalam rangka memperluas pemukiman di sekitar Tampomas. Hal ini dilakukannya atas dasar perintah dari ayahnya.

4. Peninggalan Sejarah Gunung Tampomas


Gunung Tampomas sangat terkenal akan kekuatan msitisnya. Banyak orang yang menjadikan Gunung Tampomas sebagai tempat bertapa (Ngelmu), termasuk Prabu Siliwangi. Di sanapun ada beberapa situs yang bersejarah atas berkuasanya kerajaan Padjajaran di Tatar Sunda.

Situs-situs tersebut di antaranya Tapak Kaki Prabu Siliwangi, dia adalah orang yang menduduki kursi kepemimpinan di Kerajaan padjajaran. Ada juga makan keramat Ranggahadi dan istri, sepasang suami istri yang diyakini masih bagian dari keluarga Prabu Siliwangi dan Batu Kasur.

5. Gunung Tampomas Dalam Sejarah


Seperti dilansir dalam naskah kuno Bujangga manik, Gunung Tampomas sudah ada sejak abad ke-15. Seperti halnya gunung-gunung lain yang disebutkan dalam naskah konu Bujangga, gunung Tampomas menyempan banyak sejarah yang luas dan panjang. Namun sayangnya, belum ada sejarawan dari Indonesia yang berminat untuk menggeluti masalah sejarah gunung berapi ini.

6. Puncak Gunung Tampomas


Gunung Tampomas memilik ketinggian 1684 mdpl. Sehingga dengan ketinggian tersebut, para pendaki bisa menikmati keindahan Kota Sumedang dari atas puncak Gunung Tampomas. Begitu juga persawahan Kota Sumedang menambah keindahan Kota Sumedang manakala tampak dari puncak Gunung Tampomas.

fakta tersembunyi gunung tampomas


Dari puncak Gunung Tampomas, para pendaki juga bisa melihat keindahan gunung-gunung di sekitarnya, seperti Gunung Cikuray, Gunung Ciremai, dan gunung-gunung lainnya yang ada di Provinsi Jawa Barat.

Uniknya, puncak Gunung Tampomas dinamakan dengan Sangiang Taraje. Sekitar 200 meter dari puncak Gunung Tampomas, ada sebuah makan yang dikeramatkan. Konon makam tersebut merupakan pentilasan Prabu Siliwangi dan Dalam Samaji yang hidup dimas Kerajaan Padjajaran lama.

Itulah beberapa fakta tersembunyi Gunung Tampomas. Ini merupakan sebuah sejarah dan budaya yang patut kita ketahui bersama dan kita tanamkan dalam generasi-generasi sehabis kita untuk selalu ingat akan hal itu.

0 Response to "Beberapa Fakta Tersembunyi Gunung Tampomas"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel