Gunung Raung, Jalur Pendakian ter-Ekstrem di Pulau Jawa

gunung raung, jalur ekstrem, kalibaru, sumber waringin

Halo sahabat kelana, siapa yang tak kenal dengan Gunung Raung. Gunung yang memiliki jalur pendakian ter-ekstrem di pulau jawa dengan ketinggian 3344 mdpl. Dengan jalurnya yang bebatuan dan jalanan yang sempit akan menambah tantangan tersendir bagi para pendaki gunung untuk bisa menaklukkan Puncak Gunung Raung.

Lokasi Gunung Raung


Secara geogarafis, Gunung Raung masuk dalam tiga kategori kabupaten, ada kabupaten Besuki, Banyuwangi, dan kabupaten Bondowoso. Sedangkan jalur pendakiannya mempunyai dua akses jalur pendakian, ada jalur Kalibaru dan Sumber Waringin yang paling banyak diminati para pendaki. Kedua jalur ini tentu memiliki tantangan dan pesona yang berbeda untuk bisa sampai ke puncak Gunung Raung.

Jalur Pendakian Gunung Raung


Via Kalibaru


Untuk pendakian Gunung Raung via Kalibaru terletak di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Selepas dari basecamp Kalibaru, para pendaki akan disajikan oleh perkebunan kopi milik warga dengan estimasi perjalanan kurang lebih 3 jam. Untuk pendaki yang ingin lebih efisien waktu bisa juga naik ojek yang ada di pertengan perkebunan untuk sampai pos 1.

Sesampainya di pos 1, para pendaki bisa beristirahat sejenak sambil mengisi perbekalan air di sungai yang tak jauh dari pos. Karena sungai di pos 1 menjadi mata air terakhir, selepas dari sini para pendaki tidak bisa lagi mengisi perbekalan air. Dengan itulah diharapkan untuk bisa membawa perbekalan air yang cukup agar bisa sampai di puncak.

Selepas istirahat sejenak di pos 1, para pendaki masih akan menyusuri perkebunan kopi hingga sampai kawasan hutan lebat dengan medan jalan berupa tanah yang datar dan sedikit menanjak. Dari pos 1 sampai pos 2 para pendaki memerlukan waktu perjalan kurang lebih 4 jam. Di pos 2 ini banyak para pendaki yang mendirikan tenda untuk beristirahat masak-memasak dikarenakan lelah dengan jalur pendakian yang panjang dan menantang.

gunung raung, jalur ekstrem, kalibaru, sumber waringin


Perjalan belum selesai, setelah isitrahat yang cukup di pos 2, para pendaki akan merasakan pendakian Gunung Raung yang sesungguhnya dengan jalur pendakian yang semakin sulit dengan tanjakan yang cukup terjal. Jalur ini hanya berupa jalan setapak dengan dikelilingi semak belukar di sisi jalan. Waktu yang dibutuhkan dari pos 2 sampai pos 2 kurang lebih 2 jam perjalanan.

Untuk jarak setiap pos dari pos 3 sampai pos 6 cukup dekat, namun jalur pendakian masih terus menanjak. Selepas di pos 6 para pendaki harus ekstra hati-hati, karena badan jalan yang kecil dan samping kanan kir terdapat jurang.

Dari pos 6 inilah, para pendaki lebih baik beristirahat yang banyak. Bisa dengan mendirikan tenda sambil menikmati pemandangan yang disajikan dari atas bukit. Untuk jalur pendakian via Kalibaru, para pendaki akan melewati 4 puncak Gunung Raunng. Ada Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, hingga puncak terakhir di Gunung Raung adalah Puncak Sejati.

Untuk bisa summit sampai puncak, para pendaki akan memakai peralatan keselamatan yang memadai serta ahli dalam bisang climbing. Karena jalur ini sangat ekstrem, hanya berupa jalan setapak dengan jurang di sebelah kanan dan kiri.

Via Sumber Waringin


Jalur pendakian via Sumber Waringin terletak di Desa Sumber Waringin, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso. Jalur pendakian ini dulu paling sering dipilih oleh para pendaki sebelum adanya jalur via Kalibaru.

Sama halnya dengan jalur via Kalibaru. Pendakian dari basecamp sampai ke Pondok Motor (pos 1) akan melewati perkebunan kopi milik warga. Begitu juga manakala ingin lebih efisien waktu, para pendaki bisa menggunakan ojek. Kalau ingin berjalan kaki, estimasi waktu yang dibutuhkan bisa sampai 3 jam.



Selepas di pos 1, para pendaki akan melewati medan jalur yang berbagai macamnya. Mulai dari ladang warga, kebun kopi, semak ilalang hingga hutan yang rimbun untuk bisa sampai di Pondok Sumur (pos 2). Selepas dari pos 2, para pendaki akan melewati jalan setapak untuk bisa sampai di Pondok Tonyok (pos 3) dan Pondok Demit (pos 4). Di pos 4 inilah para pendaki bisa bersantai ria sambil mendirikan tenda, sebelum melanjutkan perjalan menuju Pondok Mayit (pos 5).


Namun, di pondok 5 lah kebanyak para pendaki mendirikan tenda. Ada hal unik di pos 5, yaitu adanya tumpukan bebatuan yang menjadi prasati dengan bertuliskan “In Memoriam Deden Hidayat”. Hal ini karena Deden Hiidayat adalah pendaki yang tewan di Gunung Raung.

Hal istimewa dari jalur pendakian via Sumber Waringin adalah para pendaki akan langsunng sampai ke Puncak Sumber Waringin tanpa harus melewati beberapa puncak terlebih dahulu. Puncak Sumber Waringin bersebrangan dengan Puncak Sejati milik via Kalibaru. Keistimewaan lainnya adalah pendaki akan menikmati keindahan kaldera dan kawah Gunung Raung.

Fasilitas dan Harga Tiket Masuk Gunung Raung


Berbicara fasilitas, Gunung Raung belum memadai untuk masalah fasilitas. Misal saja masalah penginapan, para pendaki harus meyewa rumah warga untuk bisa menginap di malam hari sebelum mendaki keesokan harinya. Sementara masalah makanan dan minuman, tidak terlalu lengkap untuk bisa memenuhi kebutuhan pendakian layaknya di gunung-gunung lainnya. Oleh karena itu, diharapkan untuk bisa memenuhi kebutuhan perlengkapannya sebelum sampai di basecamp Gunung Raung.

Untuk biaya tiket masuk, pendaki harus melakukan pendaftaran pendakian dan membayar SIMAKSI (surat izin masuk kawasan konservasi) dengan biaya sebesar Rp.15.000 per orang. Kalau mau naik ojek untuk bisa sampai ke pos 1, berati nambah biaya lagi.

Keistimewaan Gunung Raung

gunung raung, jalur ekstrem, kalibaru, sumber waringin

Salah satu tujuan orang mendaki Gunung Raung adalah melihat keindahan kalderanya yang kering. Dengan kedalaman 500 meter dan masih aktif untuk mengeluarkan asap belerang dan menyemburkan api, kaldera Gunung Raung menjadi daya tarik tersendiri (selain jalur pendakian yang menantang). Kaldera ini akibat dari letusan yang dasyat yang membentuk kaldera besar. Kaldera ini termasuk kaldera kering terbesar kedua setelah kaldera milik Gunung Tambora yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Itulah sedikit penjelasan mengenai Gunung Raung yang menjadi gunung ter-ekstrem di pulau jawa. Disarankan untuk pendaki pemula, jangan langsung mendaki gunung ini sebelum anda mendaki gunung-gunung lainnya. Namun terkadang karena jalur yang menantanglah yang membuat pendaki pemula merasa tertantang dan bisa. 

0 Response to "Gunung Raung, Jalur Pendakian ter-Ekstrem di Pulau Jawa"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel